Manusia Dalam Transportasi
Pengguna jalan akan menyesuaikan perilaku mereka terhadap kebutuhan system sedemikian rupa untuk menjaga batas keselamatan
yang konstan (dalam beberapa teori disebut
target tingkat resiko). Oleh karena itu tidak semua perbaikan sistem dapat meningkatkan keselamatan.
Oleh karena itu batas sesungguhnya untuk keberhasilan
program keselamatan jalan adalah kebutuhan pengguna jalan untuk adanya tindakan-tindakan penanganan keselamatan.
Memang kecelakaan terjadi secara
random, tetapi terdapat juga karakter
orang-orang tertentu lebih sering terlibat dalam kecelakaan dibandingkan dengan
orang lain, juga factor manusia pada umunya menjadi factor penyebab utama terjadinya kecelakaan.
1.
Pengendara yang defensive
Pengendara defensive merupakan perilaku pengendara yang lebih bias mengendalikan emosinya
dalam mematuhi peraturan lalu lintas dan saat menghadapi konflik.
2.
Tidak Berkata /Perilaku Kasar di Jalan
Berikut ini jenis perilakunya:
-
tidak berteriak atau tidak
membunyikan klakson
secara berlebihan (alay).
-
mengendalikan kecepatan sesuai aturan
mengenai batas kecepatan
a.
Durasi waktu mengemudi
Semakin maraknya
terjadi kecelakaan lalulintas yang diakibatkan oleh mengantuknya sang sopir.
Hal ini berkaitan erat dengan durasi waktu mengemudi. Sewajarnya manusia pada
saat mengemudi tidak boleh lebih dari durasi waktu. menurut UU 22 tentang lalu
lintas dan angkutan jalan pasal 90 yaitu “Waktu kerja bagi Pengemudi Kendaraan
Bermotor Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lama 8 (delapan) jam
sehari. Pengemudi Kendaraan Bermotor
Umum setelah mengemudikan Kendaraan selama 4 (empat) jam berturut-turut wajib
beristirahat paling singkat setengah jam. Dalam hal tertentu Pengemudi dapat
dipekerjakan paling lama 12 (dua belas) jam sehari termasuk waktu istirahat
selama 1 (satu) jam” .
Sebaiknya dalam
perjalanan jarak jauh seperti di Indonesia perjalanan lintas jawa ada sopir
cadangan untuk menghindari kelelahan pengemudi sehingga tidak bisa
berkonsentrasi lagi.
3.
Penggunaan handphone
Di kawasan perkotaan
yang mayoritas merupakan masyarakat sibuk, dan masyarakat yang tidak bisa lepas
dari gadget nya agar tidak menggunakan handphone pada saat berkendara karena
apabila penggunaan handphone terus berlanjut pada saat mengemudi maka pengemudi
tidak akan konsentrasi pada saat mengemudi. Tidak hanya pada kendaraan
rodaempat, tetapi kendaraan roda dua pun masih banyak ditemukan penggunaan
handphone.
4.
Alcohol dan penggunaan narkoba
Alkohol dan penggunaan
narkoba pada saat berkendara merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya
kecelakaan. untuk itu agar tidak mengkonsumsinya. beberapa tahun terakhir ini
sudah mulai banyak ditemukannya kecelakaan yang diakibatkan oleh pengemudi yang
mabuk dan sedang dalam pengaruh narkoba. Upaya dari negara maju seperti amerika
yang kecelakaan lalu lintas mayoritas dikarenakan penggunaan alcohol dan
narkoba ini sudah mulai menerapkan alcohol breath tester.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar