Senin, 29 Juni 2015

lawan Kantuk Saat Berkendara



Salah satu hal yang paling fatal dalam kecelakaan lalu lintas adalah karena rasa mengantuk di jalan. Rasa jenuh akan menghantui pikiran karena berkendara sendiri. Sering kali tanpa kita sadari, begitu banyak kecelakaan dijalan raya, baik yang kecelakaan tunggal maupun tabrak beruntun. Faktor utama kecelakaan mobil adalah pengemudi mengantuk atau stamina dan kondisi badan yang tidak fit saat mengemudi.
Beberapa tips agar kondisi badan tetap segar saat mengemudi adalah :
1.                  Mencuci muka terlebih dahulu, karena itu bisa membuat anda menjadi lebih segar dari pekerjaan yang membuat anda lelah.
2.                  Lakukan pemanasan sebelum berangkat. Dan tidak lupa juga melemaskan otot-otot yang tegang.
3.                  Makan dan minum secukupnya sebelum mengemudi, Jangan minum alkohol atau minuman yang bersifat merangsang adrenalin.
4.                  Mulailah perjalanan anda dengan berdoa terlebih dahulu.
5.                  Jika anda mengendarai kendaraan anda sendirian, sebaiknya jangan terlalu banyak melamun atau memikirkan sesuatu yang tidak penting. Ada baiknya anda konsentrasi dan fokus terhadap jalan yang anda tempuh. Tentunya ini dilakukan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas tersebut.
6.                  Sedia air minum secukupnya,bila perlu siapkan makanan kecil.
7.                  Jangan memakai sabuk (bila memakai) terlalu kencang,sehingga,pernafasan tidak terganggu.
8.                  Jika semua aktivitas diatas tersebut tidak bisa membuat rasa mengantuk anda berkurang, segeralah berhenti di tempat yang aman. Misalnya di warung makan atau warung kopi. Lebih bagus lagi jika anda mencuci muka lagi.
9.                  Jika berhenti di warung kopi tidak ada salahnya untuk meminum sedikit kopi panas untuk menghilangkan rasa mengantuk.
10.              Orang yang mengendarai mobil atau motor sering merasakan ngantuk di jalan. Ketika mereka diserang kantuk, mereka biasanya beristirahat atau minum secangkir kopi yang mengandung kafein untuk mengurangi rasa kantuk.Yang bisa dilakukan untuk membunuh rasa kantuk, melakukan kedua hal tersebut. Dan tak hanya satu yang dilakukan seperti yang disimpulkan dari sebuah penelitian yang ditulis oleh Anahad O’Connor seperti yang dikutip dari The New York Times.Biasanya, para ahli menyarankan orang agar untuk menjauh dari kopi dan stimulan lainnya sebelum berkendara karena kafein dianggap mengganggu tidur.
Penelitian mengenai pengendara yang mengantuk diselesaikan dengan membandingkan pengendara yang mengantuk yang beristirahat tidur dan kelompok yang beristirahat dengan meminum secangkir kopi.
Para peneliti menemukan bahwa tidur selama 15-30 menit dapat memperbaiki kewaspadaan dan kemampuan mengemudi. Banyak penelitian menyarankan orang untuk memerangi kantuk dengan meminum kopi.
Meski begitu, dari serangkaian penelitian itu, para peneliti di Inggris menemukan bahwa meminum kopi dan kemudian diikuti dengan tidur selama 15 menit adalah cara yang paling efektif untuk memerangi kantuk.
Para peneliti menguji seorang pengendara yang mengantuk dalam sebuah simulator. Mereka menemukan bahwa kombinasi dari meminum kopi dan tidur selama 15 menit dapat memperbaiki kemampuan dan mengurangi kantuk bagi pengendara lebih baik dari teknik yang biasa digunakan – seperti mendinginkan udara, tidur sejenak, istirahat tanpa tidur, meminum 200 mg kopi seduh.
Metode ini dipercaya ampuh karena tidur selama 15 menit membantu menjernihkan otak dari kandungan adenosine. Sementara itu, kafein membutuhkan sekitar 20 menit untuk bisa mempengaruhi secara psikologis. Dampaknya seperti sebuah tamparan untuk membangunkan orang dari tidur.
Ketika anda merasakan kantuk ketika berkendara, ambilah secangkir kopi dan lanjutkan dengan tidur nyenyak selama 15 menit, karena hal itu merupakan sebuah cara yang efektif untuk mengalahkan kantuk yang dialami pengendara.
11.               Lanjutkan perjalanan anda jika rasa mengantuk benar-benar hilang.



Minggu, 28 Juni 2015

JENIS HELM DAN TINGKAT PERLINDUNGANNYA

Jenis helm yang dapat melindungi kepala pengendara sepeda motor dan pemboncengnya dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis  :
1.       Helm full face
Helm fullface adalah jenis helm yang memiliki tingkat keselamatan tertinggi karena helm fullface ini menutupi seluruh bagian wajah, saat terjadi kecelakaan atau terjadi benturan helm ini dapat mengurangi tingkat keparahan pengendara sepeda motor khususnya dibagian kepala.

2.       Helm ¾ (three quarter open face)
Helm jenis ini hapir sama dengan helm fullface namun pada bagian dagu pengendara tidak dapat terlindungi dengan sempurna saat terjadinya kecelakaan/benturan, helm ini memiliki tinggkat keselamatan dibawah helm fulface.

3.       Helm half face
Helm jens ini merupkan helm setengah terbuka dan hanya melindungi bagian atas kepala pengendara helm ini biasa disebut dengan istilah helm topi/helm batok, memiliki tingkat keselamatan atu perlindungan terhadap kepala paling rendah.

Himbauan untuk para pengendara sepeda motor berdasarkan tingkat keselamatan dan tingkat perlindungan ketiga jenis helm tersebut sangat dianjurkan untuk para pengendara untuk menggunakan helm full face dan yang pasti harus ada berSNI ( Standar Nasional Indonesia )
Memang pada dasarnya kecelakaan itu tidak dapat kita hindari karena itu kejadan yang tidak terduga dan tidak diinginkan, tetapi tingkat keparahannya dapat kita minimalisir atau dikurangi brother J  


Sekilas  tentang SAFETY DRIVING




Transportasi mempunyai peranan penting dalam perwujudan wawasan nusantara dan mampu memperkokoh ketahanan nasional dan sangat berperan dalam hal mobilitas masyarakat, pada khususnya dalam pemindahan barang dan orang. Dalam bidang transportasi darat telah muncul berbagai macam alat dan sistem transportasi kota dan antar kota.

Penyediaan jasa angkutan umum telah memberikan banyak pilihan bagi masyarakat diantaranya angkutan kota dalam propinsi, angkutan pedesaan dan angkutan kota dan penyediaan jasa angkutan umum diselenggarakan dalam upaya memenuhi kebutuhan angkutan yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau. Kecenderungan umum yang terjadi di banyak kota menunjukan bahwa angkutan perkotaan merupakan pilihan utama dalam transportasi antar kota yang dianggap mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Safety driving merupakan dasar pengemudi yang aman yang lebih memperhatikan keselamatan bagi pengemudi dan penumpang. Safety driving di design untuk meningkatkan kesadaran pengemudi terhadap segala kemungkinan yang terjadi selama mengemudi.
Maka dari itu terkait masalah safety driving harus ada tindak lanjut agar bisa terwujud sesuai dengan harapan kita bersama :

1. Untuk pemangku kewenangan terkait harus menyelenggarakan/mengadakan penyuluhan ataupun pelatihan tentang safety dving agar setiap pengemudi bisa memperoleh tingkat pengetahuan yang lebih luas tentang cara berperilaku yang aman pada saat berkendara dan selalu mengutamakan keselamatan
2. Perlu ditingkatkan kesadaran dan kewaspadaan setiap pengemudi untuk tetap berperilaku yang aman pada saat berkendara dan tetap mengutamakan keselamatan berlalu lintas
3. Bagi setiap pengemudi agar tetap bisa menjaga dan merawat kendaraannya sebagaimana seharusnya agar tetap bisa layak digunakan dalam setiap berkendara

Perlu kita ketahui bahwa safety driving merupakan salah satu cara efektif untuk menurunkan angka kecelakaan yang disebabkan ole kesalahan manusia (human eror) yang hampir 95 % kecelakaan terjadi karena kesalahan manusianya.

Sabtu, 27 Juni 2015

TAHAPAN DALAM PENENTUAN
TRASE JALAN
Trase jalan adalah seri dari garis-garis lurus yang menghubungkan titik-titik rencana jalan. Trase jalan ini nantinya akan menjadi sumbu jalan. Penentuan lokasi jalan ini merupakan suatu tahapan yang dilakukan setelah tahap perencanaan (planning) dan sebelum tahap perancangan (design). Penentuan lokasi yang bertujuan untuk menentukan trase jalan berikut koridor terbaik dengan mempertimbangkan titik-titik yang harus dihindari (rulling points). Rulling points dapat berupa tempat-tempat yang dilindungi seperti cagar alam dan cagar budaya, patahan geologi, dan kondisi topografi tertentu yang tidak mungkin untuk dilewati.
Dalam penentuan trase jalan, terdapat beberapa tahapan sebagai berikut :
- Menentukan titik awal dan titik akhir dari rencana jalan ;
- Membandingkan alternatif-alternatif trase berikut koridor untuk              menentukan trase terbaik berdasarkan metode SWOT (Strength-Weakness-Opportunities-Threats) atau dengan metode lain ;
- Meninjau trase terpilih dari berbagai sudut pandang (teknik,sosial, ekonomi, dan lingkungan) untuk persiapan perencanaan dan perhitungan kuantittas konstruksi. Dalam laporan ini, hanya ditinjau dari segi teknik.



DEVINISI JALAN DAN
FOKUS JALAN YANG BERKESELAMATAN


Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang meliputi seluruh bagian lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, diatas permukaan tanah, dibawah permukaan tanah, dan/ atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Jalan sendiri secara peruntukannya dibagi menjadi jalan umum dan jalan khusus, dimana jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum. Sedangkan jalan khusus adalah jalan yang dibangun oleh instansi, badan usaha, perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri.
Jalan umum kemudian dibagi menjadi jalan umum tidak berbayar dan jalan umum berbayar ( jalan tol ). Jalan umum tidak berbayar adalah jalan umum yang merupakan bagian dari sistem jaringan jalan yang penggunaannya tidak diwajibkan membayar sejumlah uang, sedangkan jalan tol adalah jalan umum yang termasuk dalam sistem jaringan jalan dan merupakan jaringan jalan nasional dimana dalam penggunaanya diwajibkan membayar tol. Tol adalah sejumlah uang tertentu yang dibayarkan untuk pengguna jalan tol.  
  Jalan  adalah prasarana transportasi darat yang merupakan salah satu sektor yang sangat vital dan strategis dalam menunjang kelancaran perekonomian dan pembangunan nasional. Oleh karena itu harus diselenggarakan secara terarah, terpadu dan berkesinambungan serta dilakukan secara profesional agar menciptakan jalan yang berkeselamatan guna  mobilitas orang dan barang serta hasil-hasil pembangunan dapat terlaksana. Selain itu, juga berguna untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat itu sendiri. Agar hal tersebut dapat terwujud, perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai diantaranya adalah tersedianya kendaraan bermotor yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan serta jalan yang memenuhi laik fungsi jalan. Sesuai dengan yang diamanatkan Presiden Republik Indonesia dalam Intruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang program dekade aksi keselamatan jalan di pilar nomor II tentang jalan yang berkeselamatan , jalan yang berkeselamatan sendiri adalah jalan yang berfokus pada :
1.      badan jalan yang berkeselamatan,
2.      perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan jalan yang berkeselamatan,
3.      perencanaan dan pelaksanaan perlengkapan jalan,
4.      penerapan manajemen kecepatan,
5.      menyelenggarakan peningkatan standar kelaikan jalan yang berkeselamatan,
6.      lingkungan jalan yang berkeselamatan,
7.      kegiatan tepi jalan yang berkeselamatan.


Audit Keselamatan Jalan (Road Safety Audit)

Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk cukup banyak, yaitu sebesar 241.452.952 jiwa dengan perkembangan jumlah penduduk terpusat pada Pulau Jawa. Hal ini akan berdamak pada perekonomian dan sosialnya. Terbukti bahwa dengan pertambahan jumlah penduduk tersebut, jumlah kepemilikan kendaraan bermotor semakin meningkat.
Namun, penambahan jumlah kendaraan bermotor tidak berbanding lurus dengan infrastruktur yang memadai. Jalan yang ada tidak mengalami perawatan secara berkala. Oleh karena itu, dapat berpengaruh terhadap kinerja jalan yang ada. Guna meningkatkan kinerja jalan maka perlu adanya Audit Keselamatan Jalan untuk menjamin kelaikan jalan yang ada.
Audit Keselamatan Jalan (Road Safety Audit) merupakan langkah atau strategi untuk mencegah kecelakaan lalu lintas dengan melakukan perbaikan terhadap kondisi desain geometri, bangunan pelengkap jalan, fasilitas pendukung jalan yang dapat mengakibatkan konflik lalu lintas serta kecelakaan lalu lintas dengan pemeriksaan yang kompehensif, sistematis, dan independen.


Kamis, 25 Juni 2015

Manusia Dalam Transportasi

Pengguna jalan akan menyesuaikan perilaku mereka terhadap kebutuhan system sedemikian rupa untuk menjaga batas keselamatan yang konstan (dalam beberapa teori disebut target tingkat resiko). Oleh karena itu tidak semua perbaikan sistem dapat meningkatkan keselamatan. Oleh karena itu batas sesungguhnya untuk keberhasilan program keselamatan jalan adalah kebutuhan pengguna jalan untuk adanya tindakan-tindakan penanganan keselamatan.
Memang kecelakaan terjadi secara random, tetapi terdapat juga karakter orang-orang  tertentu lebih sering terlibat dalam kecelakaan dibandingkan dengan orang lain, juga factor manusia pada umunya menjadi factor penyebab utama terjadinya kecelakaan.
1.    Pengendara yang defensive
Pengendara defensive merupakan perilaku pengendara yang lebih bias mengendalikan emosinya dalam mematuhi peraturan lalu lintas dan saat menghadapi konflik.
2.    Tidak Berkata  /Perilaku Kasar di Jalan
Berikut ini jenis perilakunya:
-         tidak berteriak atau tidak membunyikan klakson secara berlebihan (alay).
-         mengendalikan kecepatan sesuai aturan mengenai batas kecepatan

a.      Durasi waktu mengemudi
Semakin maraknya terjadi kecelakaan lalulintas yang diakibatkan oleh mengantuknya sang sopir. Hal ini berkaitan erat dengan durasi waktu mengemudi. Sewajarnya manusia pada saat mengemudi tidak boleh lebih dari durasi waktu. menurut UU 22 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pasal 90 yaitu “Waktu kerja bagi Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lama 8 (delapan) jam sehari.  Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum setelah mengemudikan Kendaraan selama 4 (empat) jam berturut-turut wajib beristirahat paling singkat setengah jam. Dalam hal tertentu Pengemudi dapat dipekerjakan paling lama 12 (dua belas) jam sehari termasuk waktu istirahat selama 1 (satu) jam” .
Sebaiknya dalam perjalanan jarak jauh seperti di Indonesia perjalanan lintas jawa ada sopir cadangan untuk menghindari kelelahan pengemudi sehingga tidak bisa berkonsentrasi lagi.
3.    Penggunaan handphone
Di kawasan perkotaan yang mayoritas merupakan masyarakat sibuk, dan masyarakat yang tidak bisa lepas dari gadget nya agar tidak menggunakan handphone pada saat berkendara karena apabila penggunaan handphone terus berlanjut pada saat mengemudi maka pengemudi tidak akan konsentrasi pada saat mengemudi. Tidak hanya pada kendaraan rodaempat, tetapi kendaraan roda dua pun masih banyak ditemukan penggunaan handphone.
4.    Alcohol dan penggunaan narkoba
Alkohol dan penggunaan narkoba pada saat berkendara merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan. untuk itu agar tidak mengkonsumsinya. beberapa tahun terakhir ini sudah mulai banyak ditemukannya kecelakaan yang diakibatkan oleh pengemudi yang mabuk dan sedang dalam pengaruh narkoba. Upaya dari negara maju seperti amerika yang kecelakaan lalu lintas mayoritas dikarenakan penggunaan alcohol dan narkoba ini sudah mulai menerapkan alcohol breath tester.