Kamis, 12 Maret 2015

ZONA SELAMAT SEKOLAH




Anak-anak Sekolah Dasar adalah kelompok rentan pengguna jalan. Mereka belum dapat merespon bahaya secara cepat dan tepat. Hal ini dikarenakan kecerdasannya belum sepenuhnya berkembang, baik itu kecerdasan kinetik, spasial, linguistik, musikal, matematik, interpersonal maupun intrapersonal. Karenanya mereka adalah kelompok yang harus dimengerti dan dibantu. Sayangnya pengguna jalan lain tidak responsif terhadap keadaan ini. Ada kecenderungan pengemudi kendaraan bermotor tidak mau memberi hak jalan (to yield) kepada pejalan kaki yang jelas-jelas dalam situasi mempunyai hak jalan dan pengemudi mempunyai cukup waktu untuk berhenti.
Beranjak remaja, anak-anak mulai berinteraksi dengan angkutan umum dan menjadi pengemudi pemula. Pengaruh lingkungan seperti kelompok teman bermain (peer group) sangat mendominasi. Maka sudah selayaknya mereka sejak dini dibekali pengetahuan dan nilai-nilai kebenaran yang kelak akan mengejawantah dalam perilakunya. Zona Selamat Sekolah (ZoSS) ini diterapkan sebagai upaya dalam mencegah dan menanggulangi kecelakaan lalu lintas di sekitar sekolah melalui pendekatan komprehensif 4 M yaitu Motivasi–Mendidik–Menegakkan Hukum–Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas.
Tindakan preventif (pencegahan) keselamatan lalu lintas dilakukan melalui perbaikan sistem transportasi jalan yang pada hakekatnya dilakukan dengan pendekatan 4 M yaitu Motivasi–Mendidik-Menegakkan Hukum-Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. Masing-masing unsur pendekatan tersebut dijelaskan sebagai berikut:
Motivasi : memotivasi anak-anak untuk berjalan kaki, bersepeda, maupun menggunakan kendaraan umum dengan selamat melalui kegiatan ekstrakulikuler; serta memotivasi guru dan orangtua untuk menjadi tokoh panutan.
Mendidik : mendidik anak-anak, guru, orangtua murid, masyarakat, media massa tentang peraturan berlalu lintas dan lingkungan sehat.
Menegakkan Hukum : menerbitkan dan menyempurnakan peraturan lalu lintas, serta mensosialisasikan dan menegakkan peraturan yang telah ada.
Manajemen dan Rekayasa : menciptakan lingkungan bagi anak-anak maupun orang dewasa untuk berjalan kaki, bersepeda maupun menggunakan angkutan umum dengan selamat melalui manajemen dan rekayasa lalu lintas.