TUGAS KAMPANYE KESELAMATAN
JALAN INDONESIA
Nama : Achmad Muzaki Adi Saputra Notar : 13.1.0132
Kelas : MKTJ A (Dewasa)
Tujuan :
1.
Memahami
dasar hukum progam kampanye keselamatan
jalan
2.
Mengerti
dan memahami tujuan dilakukannya kampanye keselamatan jalan
1.
UU No 22/2009, Menimbang point c
Bahwa lalu lintas dan angkutan jalan sebagai bagian dr
sistem transportasi nasional harus dikembangkan potensi dan perannya untuk
mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalulintas dan
angkutan jalan dalam
rangka mendukung pembangunan ekonomi dan
pengembangan wilayah
2.
UU No 22/2009, Bab 1 pasal 1(31)
Keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan adalah suatu
keadaan terhindarnya setiap orang dari resiko kecelakaan selama berlalulintas
yang disebabkan oleh manusia, kendaraan, jalan dan/atau lingkungan
3.
UU No 22/2009, pasal 203(2) huruf a penjelasan point d
Yang dimaksud dengan
“program nasional keseamatan lalin dan angk jalan antara lain :
a.
Polisi Mitra Kampus
b.
Cara berkendara dengan selamat
c.
Forum lalin
d.
Kampanye keselamatan lalu litas
e.
Taman lalin
f.
Sekolah mengemudi
g.
Kemitraan global keselamatan lalu lintas
4.
Instruksi Presiden RI Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program
Dekade Aksi Keselamatan Jalan
Pilar ke-4 Perilaku Pengguna Jalan Yang Berkeselamatan
yang fokus pada, Pendidikan formal
keselamatan jalan, Kampanye keselamatan jalan
1.
Menurut
WWF (The world wide fund for Nature) Indonesia
Kampanye adalah alat untuk menyebarkan informasi dan
meningkatkan kesadaran, untuk meningkatkan kepedulian dan perubahan
perilaku dari target audiens. Kampanye juga dapat dilihat sebagai alat advokasi
kebijakan untuk menciptakan tekanan public pada actor-aktor kunci, misalnya
peneliti, ilmuwan, media massa dan pembuat kebijakan.
2.
Menurut
Glosari Grafis
Kampanye merupakan rangkaian iklan dan berhubungan dengan
usaha perancangan untuk menampilkan dan memperkenalkan sebuah ide penjualan
atau jasa dalam jangka waktu yang teratur.
3.
Menurut Rogers dan Storey (1987)
Kampanye sebagi serangkaian kegiatan komunikasi yang
terorganiasi dengan tujuan untuk menciptakan dampak tertentu terhadap sebagian
besar khalayak sasaran secara berkelanjutan dalam periode waktu tertentu.
4.
Menurut
Leslie B. Snyder (2002)
Kampanye komunikasi merupakan aktivitas komunikasi
yang terorganisasi, secara langsung ditujukan kepada khalayak tertentu, pada
periode waktu yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan tertentu.
5.
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (Lukman; 1996: 437)
Kampanye diartikan sebagai gerakan atau tindakan
serentak untuk melawan, mengadakan aksi,mengubah keadaan, mengubah perilaku dan
lain-lain.
C. Kampanye Keselamatan
Jalan
Merupakan serangkaian
kegiatan yang terorganisasi bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang keselamatan
jalan. Kampanye keselamatan adalah program yang dilaksanakan secara terus menerus
kepada masyarakat agar mengetahui tentang peraturan perundang – undangan yang terkait dengan
resiko yang mereka dapatkan bila melakukan pelanggaran lalu lintas dan keselamatan jalan.
D.
Karakteristik Kampanye
Keselamatan Jalan
1.
Informasi ke masyarakat luas
Karakteristik
kampanye keselamatan jalan yang pertama adalah memberikan informasi kepada
masyarakat luas tentang apa yang akan disampaikan berlandaskan dasar hukum yang
berlaku.
2.
Mempopulerkan masalah-masalah sosial di masyarakat
Karakteristik
kampanye keselamatan jalan yang kedua adalah Mempopulerkan masalah-masalah
sosial di masyarakat,
yaitu dengan memprioritaskan masalah yang sedang popoler dan menjadi tren dengan
tujuan masalah tidak mengakar lebih dalam lagi maka dari itu diperlukan
kampanye keselamatan jalan.
3.
Hendak merubah kebiasaan atau perilaku
Karakteristik
kampanye keselamatan jalan yang ketiga adalah Hendak merubah kebiasaan atau
perilaku
Yang
memiliki tujuan merubah kebiasan yang tidak baik dan perilaku yang tidak sesuai
ntuk mencapai tujuan bersama sesuai peraturan perundang-undangan yang telah
dibuat.
4.
Memperbaiki kondisi sosial
Karakteristik
kampanye keselamatan jalan yang keempat adalah Memperbaiki kondisi sosial
Dengan
adanya kampanye keselamatan jalan ini diharapkan mampu memperbaiki kondisi
sosial masyarakat melalui tujuan utamanya yaitu mengurangi angka kecelakaan dan
tingkat keparahan.
5.
Memberikan sebuah pemecahan
Karakteristik
kampanye keselamatan jalan yang kelima adalah Memberikan sebuah pemecahan masalah yang sedang
terjadi, memberikan sebuah pencerahan kepada masyarakat terkait dengan
keselamatan jalan.
6.
Tidak bermuatan politik
Karakteristik
keselamatan jalan yang terakhir adalah tidak bermuatan politik karena pada
kampanye ini merupakan bertujuan untuk mngurangi angka kecelakaan dan
mengurangi tingkat keparahan dengan cara kampanye tentang keselamatan jalan
sebagai aksi keselamatan jalan Indonesia menuju zero accident.
E.
Model-Model Kampanye
Menurut (Mulyana,
2000).
Model adalah
representasi suatu fenomena, yang nyata ataupun yang abstrak dengan menonjolkan
unsur-unsur terpenting fenomena tersebut.
Tujuan Menggunakan
model
Agar dapat memahami
fenomena kampanye bukan hanya dari tahapan kegiatannya tetapi juga dari
interaksi antar komponen yang terdapat di dalamnya.
Model-model kampanye
1. Model
komponensial kampanye
v
Menggunakan
pendekatan transmisi (transmission
approach) ketimbang interactions
approach.
v
Sumber memiliki peran
yang dominan untuk menciptakan perubahan pada diri khalayak.
v
Pesan-pesan disampaikan
berbagai saluran komunikasi seperti media massa, media tradisional atau saluran
personal.
v
Umpan balik untuk
mengukur efektifitas kampanye dapat muncul dari pesan itu sendiri, saluran yang
digunakan atau respon penerima.
v
Sumber dapat
mengidentifikasi potensi gangguan pada semua komponen kampanye yang ada.
2.
Model
Kampanye Ostegaard
v Model ini paling
sedikit sentuhan ilmiahnya.
v Sebuah program
kampanye hendaknya selalu identifikasi masalah
secara jernih dan langkah ini disebut tahap prakampanye.
v Langkah pertama yang harus dilakukan adalah
mengidentifikasi masalah faktoral yang dirasakan.
v Kemudian dicari
sebab-akibat dengan fakta-fakta yang ada.
v Tahap kedua,
pengelolaan kampanye seluruh isi program diarahkan untuk membekali dan
mempengaruhi aspek pengetahuan, sikap dan ketrampilan khalayak sasaran.
v Sikap secara langsung
atau tidak langsung dipengaruhi oleh perubahan dalam tataran pengetahuan dan
ketrampilan, seketika maupun bertahap. Seandainya bertentangan dengan sikap
yang telah mantap, maka perubahan tidak muncul.
v Tahap terakhir dari
model adalah tahap evaluasi pada penanggulangan masalah. Tahap ini disebut juga
tahap pasca kampanye.
v Evaluasi diarahkan
pada keefektifan kampanye dalam menghilangkan atau mengurangi masalah seperti
yang telah diidentifikasikan pada tahap prakampanye.
F.
Contoh Kampanye
Contoh kampanye
keselamatan jalan yang kami evaluasi adalah kampanye melalui Public Announcer
(pesan suara yang ada pada simpang bersinyal), studi kasus berada di simpang
bersinyal Trayeman, Kabupaten Tegal. Kampanye menggunakan Public Annauncer ini
menginformasikan kepada pengguna jalan tentang aturan-aturan meliputi Pengguna
sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang maaupun malam hari, Pengguna
sepeda motor wajib menggunakan helm ber SNI, Pengguna sepeda motor wajib
mematuhi lampu, marka dan rambu lalu lintas.
Tetapi pada
kenyataannya dari kampanye tersebut masih ditemui kelemahan dari metode
kampanye ini, diantaranya adalah fokus pengguna jalan terbagi, sehingga
prosentase yang memperhatikan lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak
memperhatikan isi pesan tersebut, kemudian kondisi perlengkapan jalan yang
disebutkan pada pesan tersebut masih belum sesuai sehingga tidak mencerminkan
kampanye yang baik, dan pesan dalam public announcer tersebut tidak di indahkan
oleh pengguna jalan karena masih banyak pengendara yang belum menyalakan lampu
pada siang hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar